Fungsi Musik Kontemporer

Tomboythemovie – Musik kontemporer telah memulai era musik baru sejak abad ke-19 dan tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Di Indonesia sendiri, musik kontemporer terdiri dari berbagai jenis karya. Dengan jumlah yang besar, musik kontemporer telah memasuki berbagai segmen, bahkan berkontribusi pada dunia musik spiritual.

Selain berfungsi dalam kerangka seni, musik kontemporer juga memiliki fungsi dalam berbagai bidang kehidupan yang berbeda menurut fungsi umumnya dalam kerangka seni musik dan fungsi musik kontemporer pada khususnya. .

Sebagai bagian dari seni musik, musik kontemporer juga berfungsi sebagai alat dakwah untuk menyampaikan perasaan spiritual, pendidikan, atau perasaan yang ingin disampaikan oleh pencipta kepada khalayak, serta hiburan bagi pendengarnya.

Namun secara spesifik, fungsi musik kontemporer dapat dirinci sebagai berikut:

  • Kembangkan jenis musik baru, berakar pada tradisi atau tidak
  • Memperbarui gaya musik para komposer
  • Untuk menemukan dan mengembangkan tata bahasa musik.
  • Bukti bahwa sumber suara dapat diubah menjadi musik.

Konsep penciptaan musik kontemporer

Pada masa jayanya Jual baju drumband, karya musik kontemporer tidak lagi menjelaskan ciri-ciri substantif dari tradisi budaya mereka, meskipun sumber-sumber tradisi tersebut masih berkaitan erat. Namun semua unsur tersebut selalu kembali pada sikap dan pemikiran individu sebagai dasar proses kreatif musik kontemporer.

Musik kontemporer mengubah perspektif, rasa, dan kriteria estetika yang sebelumnya dibatasi oleh sesuatu yang dibentuk, distandarkan, seragam, global dan sentral. Konsep musik kontemporer sangat individual sehingga perkembangannya sangat beragam.

Pemahaman inilah yang coba ditawarkan oleh musik kontemporer, sehingga karya-karya yang lahir sering memperbarui teknik dan tradisi yang sudah mapan dengan cara baru, terkesan aneh, nakal dan berantakan.

Dari segi komposisi dan ciri, karya musik kontemporer dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Pertama, karya musik yang merupakan pengiring. Konsep komposisi dalam karya seperti ini didasarkan pada penciptaan melodi (instrumen) dan kemudian elemen lain berperan dalam pengiring melodi tersebut.
  • Kedua, karya musik ilustratif. Konsep komposisi mencoba mendeskripsikan sesuatu dari sebuah naskah, puisi atau apapun. Dengan cara ini, orientasi musik lebih difokuskan pada penciptaan suasana dari penampilan sang komposer.
  • Ketiga, karya musik otonom. Biasanya jenis musik seperti ini sangat sulit dipahami oleh orang awam. Selain bentuk nonstandar, tata bahasa musik sangat berbeda dengan karya tradisional. Terkadang karya musik seperti ini cenderung kontroversial.

Dari segi alat musik, sesaji kontemporer menggunakan kombinasi alat musik tradisional dan modern, sehingga menambah ragam bunyi yang dihasilkan. Sedangkan untuk sikap presenter, bergerak sesuai skenario, berjalan, berdiri atau duduk.